Foto: Dus belah pihak (petani-peternak) ber berdamai usai dimediasi Kades Bolo.
Bima, TalkingNEWSntb.com -- Ketegasan seorang Kepala Desa Bolo, Kecamatan Madapangga, Bima NTB terhadap peternak sapi menjadi wujud nyata atas dedikasinya dalam menyelesaikan dinamika sosial yang tengah terjadi.
Setiap hari himbauan demi himbauan terus dilayangkan Pemerintah Desa Bolo, agar para peternak sapi tidak melepas secara liar hewan ternak miliknya. Bahkan tak segan-segan Kades Bolo beserta aparaturnya termasuk Babinsa Desa Bolo turun ke lokasi lahan jagung milik para warga. Memantau secara langsung aktivitas ternak sapi pasca panen raya dilakukan sejumlah petani jagung.
Baru-baru ini, Kades Bolo Drs. Muhtar H. Idris berhasil menyelesaikan satu persoalan klasik, yakni ternak sapi yang masuk ke lahan jagung milik warga. Dua warga antara pemilik sapi dengan pemiliik lahan sepakat damai setelah Kades Bolo memediasi ke dua belah pihak.
"Pemilik sapi sudah sepakat ganti rugi. Sebanyak 150 Kg jagung akan diberikan ke pemilik lahan. Itu sesuai kerugian pemilik lahan," ungkap Kades Bolo, Rabu (2/4/2025).
Kades tegaskan, semoga dengan adanya persoalan tersebut menjadi pembelajaran bagi para peternak sapi lainnya. Agar ke depan para peternak tidak melepas secara liar sapi-sapinya. Sehingga tidak menimbulkan gejolak yang dapat merugikan para petani jagung yang ada.
"Sering kami lakukan himbauan agar peternak sapi tidak melepas sapi-sapinya secara liar. Bahkan kami sering mengumumkan lewat toa masjid," ujar Kades Bolo.
Kades berharap, agar ada kerja sama yang baik dari para peternak sapi. Agar selalu memikirkan nasib para petani jagung yang sedang meradang akibat hasil panen yang sedikit. Belum lagi uang pinjaman Bank yang harus mereka pikirkan. Semua menjadi beban bagi para petani jagung saat inj.
"Kasihan para petani jagung, sudah hasil panen yang sedikit ditambah lagi dimakan ternak. Maka perlu ada kesadaran kita semua, lebih khusus para pemilik ternak sapi," pungkas Kades Bolo. (Gufran).